Apakah Semua Orang Sama?

Di dunia yang bising, aku tak ingin menjadi pencari panggung.
Suara yang berisik lama-lama akan ditelan penyampai kebenaran.
Entah siapa, entah kapan.

Di antara roda dan derap sepatu yang membawamu ke sana ke mari,
jangan kau silau pada apresiasi.
Kita tidak dilahirkan dari tepuk tangan, maka sorak sorai semestinya bukan tujuan.
Namun dirimu yang hakiki,sosok dalam baris-baris doa ibu yang sejati.

Aku mendengar orang-orang berbisik-bisik tentang orang-orang lainnya di belakang.
Kata-kata adalah kaca.
Dan setiap tambahan cerita pada sebuah fakta serupa debu-debu di jendela.
Hanya kau lihat bening jika mata hatimu bersih.

Apakah semua orang sama?

Hati yang memendam marah larut dalam pilu di kedalaman yang sunyi.
Dia meredam dirinya sendiri. Dia seorang diri.

Hanya dia percaya, kebenaran, seperti kata Buddha, ibarat bulan dan matahari.
Tak dapat selamanya kau sembunyi dari mereka.

Semua makhluk sibuk. Aku pulang atau tak pulang mungkin sama saja.
Di stasiun yang selalu sesak, sebuah pertanyaan menyeruak.

Mengapa tega beberapa orang menempuh berbagai cara agar si
penulis ini berhenti melakukan yang dicintainya?

 

Author Description

Dwinanda Ardhi

No comments yet.

Add a comment

You must be logged in to post a comment.

Calendar

September 2017
M T W T F S S
« Jun    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Gallery