Deva Mahenra: The Next Big Thing

Deva Mahenra: The Next Big Thing

Deva Mahenra mengaku tak mengalami banyak kesulitan saat merintis karier di dunia keartisan dua tahun lalu. Dalam waktu relatif singkat, nama anak muda kelahiran Makassar, 19 April 1990 itu mulai menanjak. Deva adalah paket komplit: bisa acting, membawakan acara, menyanyi, dan bermain musik. Ditambah paras dan postur tubuh yang sangat bisa menjadi modal, besar potensi Deva untuk menjadi the next big thing di industri hiburan.

Saat ini, keseharian Deva disibukkan dengan aktivitas sebagai presenter program Entertainment News sekaligus salah satu pemeran utama komedi situasi Tetangga Masa Gitu di stasiun Net TV. Deva sedang sangat menyukai profesinya di dunia hiburan. “Passion saya di sini,” katanya saat ditemui usai syutingg Entertainment News belum lama ini. Sebelum terjun secara profesional sebagai artis, Deva memang memiliki pengalaman masa remaja yang mendukung. Sejak masih duduk di bangku SMP hingga kuliah, dia pernah menjadi penyiar radio, bergabung dalam komunitas break dance, menjadi disc jokey, terpilih sebagai duta wisata, hingga lolos 40 besar audisi Indonesian Idol.

Yang banyak orang tidak tahu, meski lahir di Sulawesi, Deva menjalani masa kecil hingga remajanya itu di Papua. Tumbuh dan berkembang di sana dikenangnya sebagai pengalaman yang luar biasa. Bahkan dia mengikuti audisi Indonesian Idol sebagai perwakilan peserta dari Papua. Audisi yang diikutinya saat masih duduk di bangku SMA itulah yang menjadi pemantik bagi Deva untuk berkarier di dunia hiburan. Awalnya Deva tak menyangka bisa bersaing dengan para peserta dari berbagai daerah lain. “Setiap orang ternyata memiliki kesempatan sama. Keberhasilan tergantung bagaimana dan seberapa keras kita berusaha,” ungkap Deva.

 photo deva2_zps5907d5c3.jpg

Ketika terpilih sebagai duta wisata propinsi Papua, Deva mengaku sangat bangga. “Meskipun saya bukan orang asli Papua, tetapi saya bersyukur sekali dibesarkan di sana,” kata dia. Selama menjadi duta wisata, Deva banyak melakukan kampanye agar gaung pariwisata Papua lebih terdengar. Selain itu, dia juga aktif mengangkat isu ketertinggalan Papua dibandingkan provinsi-provinsi lain berdasarkan apa yang dilihat dan dijalaninya sendiri.

Dengan segudang pengalaman masa remaja, kini Deva tidak kesulitan menjalankan pekerjaannya sebagai aktor dan pembawa acara. Bahkan dia mengaku belum pernah ditolak saat melakukan casting. Meskipun mendapatkan banyak kemudahan saat memasuki dunia hiburan, Deva tak pernah meninggalkan prinsip totalitas dalam bekerja. “Saya mempunyai pedoman hidup bahwa untuk mendapatkan hasil yang luar biasa, kita tidak bisa melakukan hal yang biasa-biasa saja,” ungkapnya.

Karier Deva mulai bersinar usai membintangi mini seri hasil kerja sama rumah produksi Indonesia dan Korea Selatan berjudul Saranghae, I love You. Pengalaman acting-nya kemudian semakin terasah lewat film Slank Nggak Ada Matinya dan Crush. Selain berperan dengan baik, kedua film itu berkesan bagi Deva karena menuntut kemampuan bermain musik dan menari.

Bermain film biopik

Deva mendapat banyak pengalaman berharga setelah berperan sebagai Abdee Negara dalam film Slank Nggak Ada Matinya. Awalnya, dia mengaku sempat takut dan terbebani memerankan karakter tokoh yang masih hidup dan dicintai para penggemarnya. Soalnya, yang harus dipuaskan bukan hanya penonton, melainkan juga sosok aslinya.

Deva bercerita proses pengambilan gambar untuk film itu tergolong singkat, hanya 10 hari. Pada salah satu scene, dia dituntut untuk memainkan gitar. Tantangan ini tak sulit karena dia memang benar-benar bisa bermain alat musik itu. Yang menjadi beban lebih besar justru kehadiran Abdee di lokasi syuting. “Mas Abdee datang tidak untuk mengoreksi, tapi mengamati. Itu yang makin jadi beban sebenarnya,” kata Deva.

Setelah film itu dirilis, Deva bersyukur karena sang tokoh asli puas terhadap peran yang dimainkannya. “Alhamdulillah ketika tugas dan pertanggungjawaban saya sebagai aktor ke tokoh asli sukses, maka dengan sendirinya peran itu diterima (penonton),” ungkapnya. Dari jumlah penonton, Deva senang karena film Slank Ngaak Ada Matinya ditontotn ratusan ribu orang dengan jumlah yang melebihi target.

 photo berduaedit_zps3652bd49.jpg

Bukan komedi slapstick

Tuntutan yang berbeda harus dijawab Deva saat berperan di komedi situasi Tetangga Masa Gitu. Tayangan ini menceritakan kehidupan sehari-hari sepasang pengantin muda yang bertetangga dengan pasangan yang sudah menikah selama 10 tahun. Di Tetangga Masa Gitu, dia beradu peran dengan seniornya Dwi Sasono dan Sophia Mueller, serta aktris pendatang baru Chelsea Islan. Dengan mengadaptasi komedi situasi dari luar negeri, tim produksi mencoba menghadirkan tayangan komedi yang bukan slapstick. “Kelucuan tidak dibangun, misalnya dengan mematahkan properti syuting. Komedi yang dihadirkan berasal dari ucapan dan gimmick,” kata Deva yang di situ berperan sebagai Bastian. Deva menilai Tetangga Masa Gitu unggul sebagai komedi situasi karena mempunyai alur cerita yang kuat, penulis dan sutradara yang hebat, dan dikemas dalam durasi 30 menit yang tayang hanya di akhir pekan sehingga tidak membosankan penonton.

Sebagai aktor, Deva mendambakan tawaran bermain film laga. “Itu salah satu keinginan terbesar saya,” ungkapnya. Soal peran, pria yang sedang menggemari olah raga muay thai itu mengaku cukup selektif dalam mengambil tawaran. “Selektif terhadap peran itu harus dilakukan. Demi kelangsungan karier dan pekerjaan yang bagus,” pungkas Deva yang suatu saat ingin menjadi penyanyi dan mengeluarkan album sendiri.

 photo deva3_zps2f5806f1.jpg

Foto: Bagus Wijaya

 

Author Description

Dwinanda Ardhi

No comments yet.

Add a comment

You must be logged in to post a comment.

Calendar

November 2017
M T W T F S S
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Gallery