Hidup di Jalan Tuhan

Hidup di Jalan Tuhan

Tuhan yang Maha Baik sesungguhnya selalu memberi lebih. Sabda-Nya “Maka nikmat mana lagi yang kamu dustakan” adalah pegangan untuk menjadi hamba yang mudah bersyukur. Tak bisa dihitung, percayalah sahabatku, anugerah Tuhan dalam hidup keseharian. Limpahan kasih-Nya lah yang membuat kita masih di sini hari ini.

Semoga Tuhan memasukkan kita dalam golongan umat yang pintar bersyukur. Kaum yang tak selalu merasa kurang.

Dia yang sungguh dekat pertolongan-Nya, bahkan tak berkesusahan untuk memberikan nikmat yang berlipat. Janji Tuhan yang ini, bisa menjadi obat mujarab saat beban hidup terasa berat. Saat dimana bersyukur butuh alasan yang susah didapat.

Memang ironis manusia, sering ingat Tuhan ketika dalam derita saja. Saat bahagia, menemui Tuhan dalam shalat seperti menuntaskan kewajiban. Raga di sana, tapi pikiran melanglang buana. Pun kadang ditunaikan di pengujung waktunya. Malah kadang tidak, berlindung di balik segunung alasan keduniaan.

Dalam perkara di atas, kita yang sombong ini, bagai membalikkan keadaan. Seolah-olah Tuhan yang butuh. Padahal, jika Dia berkehendak, bumi dan langit pun bisa seketika runtuh.

Bayangkanlah jika kita yang kerap secara tak langsung bilang “Tuhan, maaf saya sedang sibuk” itu kemudian mati tiba-tiba. Malaikat pencabut nyawa ternyata telah berada di samping dan mengamati kita yang sedang berdebat hebat di tengah rapat, berbicara berapi-api di hadapan klien yang dijunjung teramat tinggi, bersilat lidah dengan bapak dan ibu yang sudah senja, atau bahkan tengah “terbang” di puncak perbuatan maksiat. Lalu keesokan paginya kita hanya bisa memohon ampun dan menyesali segalanya dari dalam kubur yang sempit dan gelap. Sendirian pula.

Semoga Tuhan menjauhkan kita dari perbuatan-perbuatan sedemikian.

Kawan, tentulah kita mahfum. Siang dan malam berganti, semesta memuja Dia tak henti. Para malaikat tunduk pada Allah setiap detik tanpa pernah menagih janji. Tapi kita, manusia, adalah ciptaan yang sungguh tak terjaga dari sifat-sifat mengingkari.

Dosa kita lakukan dengan sengaja. Yang diperintahkan Sang Maha ditinggalkan enteng saja. Kita terlalu percaya diri bahwa selalu ada besok kalau itu menyangkut taubat.

Padahal Sang Penguasa Jagad akan tersenyum jika sekarang kita bertaubatnya. Dia buka pintu ampunan seluas-luasnya. Dia masukkan perasaan-perasaan tenang ke dalam hati kita. Dalam lindungan-Nya, kita menjalani hari tanpa kecemasan berlebihan akan dunia dan akhirat.

Tuhan yang Maha Penyayang, bimbinglah kami untuk hijrah. Hanya dalam tuntunanMu kami dapat kembali fitrah. Melalui ridho yang Engkau turunkan, terbuka pintu menuju surga yang kami rindukan.

 

Author Description

Dwinanda Ardhi

No comments yet.

Add a comment

You must be logged in to post a comment.

Calendar

September 2017
M T W T F S S
« Jun    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Gallery