• Apakah Semua Orang Sama?

    (Not Really) Diary

    Read more
  • Pelajaran yang Tak Pernah Usai

    (Not Really) Diary

    Read more
  • Hidup di Jalan Tuhan

    (Not Really) Diary

    Read more
  • Mengapa Akhyari Mendirikan GNFI?
  • Mengapa Akhyari Mendirikan GNFI?
  • Mengapa Akhyari Mendirikan GNFI?
Mengapa Akhyari Mendirikan GNFI?

Mengapa Akhyari Mendirikan GNFI?

Kabar buruk seolah sudah menjadi sajian sehari-hari di berbagai media tanah air dewasa ini. Sadar atau tidak, makin hari kita menjadi makin terbiasa dengan sistem penyajian berita negatif dalam porsi besar dan mendominasi. Berita-berita positif dan pencapaian yang membanggakan sebagai sebuah bangsa seringkali tertutupi. Atau jika tidak, porsi pemberitaannya sangat kecil. Nyaris tak mendapatkan tempat yang pantas. Akhyari Hananto tak ingin hal ini terus terjadi. Sejak tahun 2008, dia membuat website dan akun twitter Good News From Indonesia (GNFI).

Inisiatifnya menuai banyak respons. Pengikut akun twitter GNFI terus bertambah. Saat ini jumlahnya bahkan sudah lebih dari 100 ribu. Berbekal motto “Restoring Optimism, Rebuilding Confidence”, GNFI seolah menjadi media alternatif yang anti-mainstream. Mas Akhyari—panggilan akrab Akhyari Hananto—bersedia menjawab pertanyaan-pertanyaan saya melalui surat elektronik beberapa waktu lalu. Petikannya dapat Anda baca di bawah ini.

GNFI terus berkembang. Apakah hal ini sudah terbayangkan oleh Anda pada saat mendirikannya? Seberapa mendesak saat itu Anda merasa perlu membuat GNFI?

Pada waktu mendirikan, sedikitpun saya tidak pernah membayangkan GNFI akan sebesar sekarang. Bahkan, memang tidak ada niat, usaha, whatsoever, untuk membuat GNFI besar. Karena pada dasarnya, GNFI hanyalah ide (untuk) menjadi berbeda dari mainstream dan menjadi other option dari sekeliling kita.

Sebenarnya, lahirnya GNFI (maupun gerakan-gerakan lain yang sejenis) cukup terlambat. GNFI baru lahir pada tahun 2008. Sementara Indonesia sudah dilanda negatifisme dan pesimisme yang sangat akut. Media-media kita jauh lebih memberitakan yang jelek-jelek tentang Indonesia daripada baiknya.

Kami berkeyakinan, hal tersebut memicu perasaan pesimistis di kalangan anak bangsa. (Mereka) memandang bahwa bangsa ini masalahnya sudah begitu akut. Di lain pihak, reputasi Indonesia di luar negeri juga tak pernah lepas dari kerusuhan, demo, pembunuhan, korupsi, tabrakan, perkelahian pelajar, tawuran antar kampung, dan lain-lain. Kita jarang sekali mengetahui bahwa ekonomi kita sedang tumbuh, bahwa prestasi-prestasi anak bangsa makin banyak dan diakui dunia.

Berita-berita baik tersebut left unexposed, padahal banyak sekali. Akut deh pokoknya.

Bagaimana posisi dan peran GNFI dalam media sosial di Indonesia saat ini?

Saya sendiri belum pernah mengukur sejauh mana peran GNFI di social media. Namun, sebuah majalah terbitan ibukota The Marketeers pernah menganugerahkan saya masuk dalam daftar “100 Young Netizen paling Berpengaruh 2011”. Sebuah pengakuan yang sangat mengejutkan dan membanggakan tentu saja. Namun perlu digarisbawahi, bahwa banyak sekali gerakan-gerakan seperti GNFI di social media. Mereka juga besar dan sangat berpengaruh.

Apa artinya penghargaan sebagai “100 Young Netizen paling Berpengaruh 2011” itu bagi Anda dan GNFI?

Arti gelar tersebut sangat jelas, bahwa di Indonesia perlu makin banyak yang menyuarakan optimisme dan positifisme. Dan jelas, kami merasa itu benar-benar sebagai hal yang ‘makin hilang’ di negeri ini.

Anda mungkin setiap hari mendengar kabar baik tentang Indonesia dalam kapasitas sebagai founder GNFI. Seberapa banyak sebenarnya berita-berita baik ini yang tidak diangkat oleh media mainstream?

Susah kalau ditanya seberapa banyak yg tidak diberitakan. Karena masing-masing dari kita, anak bangsa yang positif, saya, Anda, saudara dan handai taulan kita, semuanya adalah good news bagi Indonesia. Kalau kita menelisik satu kelurahan saja (dari ribuan di Indonesia), bayangkan kita akan mendapatkan berapa banyak inspirasi dan berita baik.

Nah, kalau ditanya berapa banyak berita buruk yang diangkat ke media mainstream, tanyakanlah kepada para produser berita di TV, dan para redaktur media-media mainstream. Mereka ahlinya. Hehehe…

Seberapa besar sebenarnya tingkat optimisme dan rasa percaya diri kita sebagai sebuah bangsa saat ini sampai kita memerlukan situs-situs seperti GNFI?

Agak sulit mengukurnya.

Ada setidaknya 4 hal yang bisa menyatukan hati-hati dan membangun nasionalisme kita, yakni timnas sepakbola, badminton, terorisme, dan Malaysia.

Ketika mendapati keempatnya, nasionalisme banyak dari kita membara.

Dari GNFI, Anda banyak diundang menjadi pembicara di berbagai forum dan di berbagai kota. Apa yang banyak Anda temukan di “lapangan” soal keindonesiaan kita saat ini?

Dari begitu banyak yang saya temui, saya menyimpulkan satu hal. Generasi muda kita sudah kenyang pesimisme. Generasi kita sadar, bahwa pesimisme tidak akan mengantarkan bangsa ini ke mana-mana. Yang membanggakan adalah bahwa mereka 100 persen anak-anak muda yang duduk di bangku kuliah. Sungguh aset yang luar biasa bagi masa depan kita.

Siapa saja sebenarnya pembaca situs GNFI? Dan seberagam apa respons yang Anda terima sebagai pengelola?

Dari berbagai kalangan. Menteri, diplomat, dosen, mahasiswa, hingga wartawan. Dulu beragam, mulai dari yang skeptis, biasa-biasa saja, hingga yg mendukung. Sekarang, lebih segmented banget, mendukung atau menolak (terhadap tema-tema tertentu).

Apa yang sedang Anda kerjakan untuk membuat GNFI makin berkembang?

Saya belum merencanakan apa-apa. Kami masih mencoba agar para pembuat kebijakan, para pemodal besar, para pemimpin masyarakat, dan mereka yang mempunyai pengaruh membaca dan mendukung ide-ide perubahan yang GNFI usung. Dan itu sama sekali belum selesai. Kami tidak muluk-muluk kok.

Perubahan sosial apa yang Anda harapkan dari GNFI dan sejauh mana tujuan itu sudah tercapai saat ini?

Saya pernah dihubungi oleh para asisten menteri, para redaktur media, diplomat, dosen, dan lain-lain yang menyatakan dukungan mereka pada GNFI dan ide-idenya. Ke depan, dari merekalah perubahan itu dibuat. Kami hanya trigger kecil saja. Saya memvisualisasi bahwa di masa depan, media kita mulai melihat bahwa good news is good news, bad news is bad news. Semua kebijakan dan rencana kerja mereka selalu berdasarkan pada satu landasan moral, yakni demi perbaikan dan kebaikan Indonesia secara utuh. Utopis banget, tapi ya begitulah. Hehehe…

Apa harapan Anda bagi GNFI di masa mendatang?

Kami berharap bahwa GNFI tidak hanya membawa ide, tapi juga memunculkannya menjadi force bersama dengan elemen lain.

Kami berharap agar kami bisa menjadi “the good force”, lagi-lagi untuk perbaikan dan kebaikan semua.

Foto: Dokumentasi Akhyari Hananto

 

Author Description

Dwinanda Ardhi

No comments yet.

Add a comment

You must be logged in to post a comment.

Calendar

November 2017
M T W T F S S
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Gallery