Tangis

Tangis

Sabtu lalu (21/2), saya menyaksikan pertunjukkan Teater Gandrik berjudul “Tangis”. Teman menonton teater selama ini, Gusti, lagi enggak bisa ikutan karena cuti pulang kampung ke Aceh. Jadilah saya nonton sama Dessy, teman di FEUI, yang penasaran karena belum pernah melihat pagelaran seni semacam ini.

Kami nonton pada jadwal extra show yang dimulai jam dua siang. Gedung Teater Jakarta di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki penuh. Nyaris enggak ada kursi kosong. Mungkin ini karena bangku-bangku penonton dijual dengan harga yang relatif terjangkau untuk ukuran pertunjukkan teater di tanah air. Saya dan Dessy duduk di bangku VIP (wings) dengan harga tiket Rp200 ribu aja.

 photo 114604_212334_IMG_6394_zpslgc27b77.jpg

Tangis adalah pertunjukkan yang sangat menghibur. Sebagai penonton saya puas karena dibuat tertawa dari menit pertama hingga pertunjukkan selesai. Meskipun banyak kelucuan, lakon ini sebenarnya bisa juga membuat kita berpikir dan merenung atas kondisi politik dalam negeri yang saat ini sedang panas. Butet dan kawan-kawannya secara jenius mengkritik kisruh KPK-Polri lewat kalimat-kalimat guyonan yang orisinil.

Skenario Tangis adalah gabungan dua naskah karya almarhum Heru Kesawa Murti, yaitu Tangis dan Juragan Abiyoso. Penulis Agus Noor menggabungkan dua naskah itu menjadi satu lakon berjudul Tangis. Pertunjukkan dibuka dengan monolog Dalang bernama Dulang yang diperankan dengan sangat meyakinkan oleh Susilo Nugroho. Sang Dalang menceritakan kisah horor di lokasi tempat Perusahaan Batik Abiyoso pernah berdiri. Konon, sering terdengar suara tangis dari dalam bangunan yang sudah mangkrak itu pada malam hari.

Dahulu kala, Perusahaan Batik Abiyoso adalah perusahaan batik yang berjaya. Sampai pada suatu ketika, perusahaan makin terpuruk karena ulah para pengemplang pesanan yang merupakan antek-antek partai dan perpanjangan tangan koruptor di pemerintahan. Padahal perusahaan meminjam utang di bank untuk membiayai produksi pesanan partai itu.

Hal itu terus berulang sampai sebuah tragedi terjadi. Pak Muspro, Kepala Bagian Pemasaran Perusahaan Batik Abiyoso, yang juga sahabat pemilik perusahaan Juragan Abiyoso, ditemukan gantung diri. Perusahaan pelan-pelan goyah dan cerita-cerita rahasia perusahaan di masa lalu terkuak satu persatu. Aib Juragan Abiyoso terbongkar. Keuangan perusahaan terbengkalai. Yang lebih parah, di tengah ambruknya perusahaan, mental para buruh yang suka mengutil batik produksi membuat keadaan makin buruk. Setiap ada kesempatan, sang mandor Siwuh pun menjadi penjilat yang ahli.

 photo 114604_212334_IMG_7030_zpsncmv0csf.jpg

Drama Tangis makin seru karena Pangajab, putra Juragan Abiyoso, merasa berhak atas jabatan yang ditinggalkan Pak Muspro. Padahal ayahnya ingin memberikan jabatan kepada Prasojo, anak Pak Muspro, yang sudah lebih lama mengabdi di perusahaan dan memiliki kemampuan yang lebih. Pangajab melakukan persekongkolan dengan Siwuh untuk mendapatkan jabatan Prasojo. Dia bahkan rela membuang harga diri dengan latihan menangis, karena itu satu-satunya cara agar ayahnya luluh.

Kekacauan perusahaan berujung pada meninggalnya Juragan Abiyoso dalam rasa kecewa dan tenggelam dalam kesalahan masa lalu. Ibu Abiyoso menjadi gila. Pangajab masuk penjara karena membunuh Siwuh, teman sepersekongkolannya. Sementara Prasojo yang tak tahan dengan segala kekacauan memutuskan meninggalkan perusahaan.

Perusahaan batik mati, hanya tangis yang tersisa.

 photo 1423676739_zpsbgesngli.jpg

Dua jam pertunjukkan tak terasa karena seluruh pemain bermain dengan matang. Teater Gandrik menunjukkan kelas sebagai grup seni yang sudah malang-melintang di dunia teater. Sejak dibentuk pada tanggal 12 September 1983, grup ini terus konsisten menghadirkan sajian budaya yang istimewa.

Pokoknya, kalau Teater Gandrik pentas lagi, saya pasti nonton! 😀

Sumber foto:
http://www.beritasatu.com/budaya/248425-cubitan-tak-sakit-dari-tangis-teater-gandrik.html
http://www.jpnn.com/index.php?mib=galeri&kd_foto=4041

 

Author Description

Dwinanda Ardhi

No comments yet.

Add a comment

You must be logged in to post a comment.

Calendar

November 2017
M T W T F S S
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Gallery