Wajah Majalah Juga Harus Cantik

Wajah Majalah Juga Harus Cantik

Tampilan visual dari sebuah majalah berperan penting dalam menarik perhatian pembaca. Hal ini berlaku juga untuk majalah internal. Inilah salah satu alasan kantor menyelenggarakan Workshop Manajemen Perwajahan Media Internal. Bekerja sama dengan TEMPO Institute, pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari, 1-3 Juli 2013, di Bogor.

Workshop diikuti oleh perwakilan pengelola media internal dari masing-masing unit eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan. Selain itu, hadir pula peserta dari 3 unit eselon II di bawah Sekretariat Jenderal yang memiliki media internal, yaitu Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik, dan Sekretariat Pengadilan Pajak. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memberi pemahaman sekaligus praktek bagaimana mengelola wajah media internal sehingga menjadi cantik dan menarik dibaca publik. Selain itu, workshop juga bertujuan untuk memberikan pelatihan teknis di bidang kreatif media internal yang meliputi desain, tata letak, dan infografis.

Sebagai pemateri pertama, Fitra Moerat Ramadhan Sitompul, Redaktur Desain TEMPO, memberikan materi tentang media branding media internal. Menurut Mas Moerat-panggilan akrabnya, media internal bagi perusahaan atau badan pemerintahan mempunyai berbagai macam fungsi, seperti jembatan hubungan masyarakat, sarana publikasi kebijakan atau produk, serta sarana komunikasi internal. Dalam menjalankan fungsi tersebut, media internal sebaiknya tetap memperhatikan media branding-nya.“Agar bisa mencerminkan ciri khas atau nilai yang dipegang oleh organisasi tersebut,” katanya.

Dasar dari media branding sebuah media internal bisa tampak pada pemilihan warna dominan dalam cover maupun isi media yang disesuaikan dengan warna organisasi. Selanjutnya juga dapat dilihat dari pemilihan font yang disesuaikan dengan sasaran pembaca dan juga pemilihan desain keseluruhan media. Dengan demikian, ciri khas atau identitas dari organisasi mudah ditangkap dan dibedakan oleh pembaca eksternal.

 photo kueulatah_zps64f45343.jpg

Yosep Suprayogi, Redaktur Pelaksana TEMPO, selanjutnya memberikan materi seputar pentingya infografis dalam sebuah majalah. Pertama, menurut Mas Yosep, infografis membuat informasi lebih mudah diakses oleh pembaca karena tampilannya yang mudah disimak pembaca. Kedua, infografis membuat informasi yang rumit lebih gampang diingat dan gampang dicerna. Ketiga, infografis juga membuat sebuah informasi yang rumit dan membosankan menjadi lebih menarik dan lebih asik untuk disimak. Untuk menghasilkan infografis yang menarik, tahapan pengumpulan bahan, penentuan fokus infografis, pengkajian info, pembuatan gambar dan isi tulisan, evaluasi hasil, dan revisi perlu dilakukan.

 photo kueulatah1_zpsff8c4217.jpg

Setelah dua kali sesi materi, workshop dilanjutkan dengan evaluasi terhadap perwajahan media internal di lingkungan Kemenkeu. Sesi ini diisi oleh Gilang Rahardian, Redaktur Kreatif TEMPO. Mas Ogi-biasa dia disapa-melakukan evaluasi terutama terkait sampul, ilustrasi, dan tata letak. Suasana evaluasi berlangsung interaktif karena Mas Ogi juga sekaligus berdiskusi dengan para desainer media yang dievaluasi.

 photo kueulatah2_zps1208c87e.jpg

Workshop ditutup dengan simulasi rapat penentuan cover. Tim Tempo Institute yang dipimpin oleh Mardiyah Chamim, Direktur Eksekutif TEMPO Institute, membagi para peserta menjadi sembilan kelompok. Mereka berperan sebagai anggota redaksi yang harus memberi usulan topik liputan, lengkap dengan angle beritanya kepada Pemimpin Redaksi yang kemarin diperankan oleh Mbak Mardiyah. Melalui kegiatan simulasi, para peserta mendapatkan gambaran suasana rapat penentuan tema yang biasa dilakukan Tim Redaksi TEMPO.

 photo DSC_1676_zps507667e7.jpg

 

Author Description

Dwinanda Ardhi

Add a comment

Comments (9)

  1. FWB Thursday - 25 / 07 / 2013
    Semoga sering diadakan workshop seperti ini dan sepertinya akan lebih baik jika tidak hanya perwakilan yang hadir. :mrgreen:
  2. Ismail Nur Hidayat (@ismail_kra) Sunday - 28 / 07 / 2013
    Sekadar opini: cover majalah Yg bagus itu national geographic, ada ciri khas-nya. bagus lah pokoknya.. tempo juga bagus.. hehe. kalo mau punya ciri khas emang harus disesuaikan warna ciri organisasi dan target pembaca sih. :))
    • Dwinanda Ardhi Friday - 16 / 08 / 2013
      iyaaa kalau dalam negeri, TEMPO jagoan bikin cover.. national geographic untuk foto2 alamnya keren. Kalau untuk majalah ekonomi saya suka covernya Bloomberg :)
  3. ismi laila wisudana Monday - 26 / 08 / 2013
    Sekedar berbagi, kalo untuk cover majalah selain NG aku malah tertarik dengan cover masalah Travelist, bisa dilihat lwt pencarian mbah google, itu kreasi anak muda fe ugm yg trgabung dalam mapalanya, keren dan informatif.
  4. Dwinanda Ardhi Monday - 26 / 08 / 2013
    Wahhh itu majalah The Travelist seru banget ya ismi...meskipun dibuat oleh mahasiswa tapi they made it like a pro! Kereennn....terima kasih infonya...
  5. ismi laila wisudana Tuesday - 27 / 08 / 2013
    Padahal yg kerja cuma 3 orang lho mas, satu utk layout satu nulis dan satu yang fotografer, bagusnya mereka punya kontributor korespondensi dari berbagai daerah. Kebetulan aku pernah jadi kontributor fotografi edisi kopi the travelist waktu itu.
  6. Dwinanda Ardhi Tuesday - 27 / 08 / 2013
    Wahhh keren banget...jadi selain jadi dokter, jago nulis juga nih? :D
  7. Ismi Laila Wisudana Tuesday - 27 / 08 / 2013
    Hahahaha... sampingan mas :D

Add a comment

You must be logged in to post a comment.

Calendar

October 2018
M T W T F S S
« Jun    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Gallery